Buku ini merupakan panduan lengkap dan praktis bagi siapa saja yang membutuhkan referensi dalam menyusun dokumen hukum untuk proses peradilan perdata. Disusun oleh Soeroso, buku ini menyajikan contoh-contoh bentuk surat yang disesuaikan dengan setiap tahapan proses beracara di pengadilan.
| Bab | Materi yang Dibahas |
|---|---|
| Bab 1 | Sebelum Perkara Masuk Pengadilan Negeri (contoh: surat kuasa, somasi) |
| Bab 2 | Persiapan Sidang |
| Bab 3 | Tingkat Pengadilan Negeri (contoh: surat gugatan, surat jawaban, replik, duplik) |
| Bab 4 | Tingkat Pengadilan Tinggi (contoh: memori banding, kontra memori banding) |
| Bab 5 | Tingkat Mahkamah Agung (contoh: memori kasasi, kontra memori kasasi) |
| Bab 6 | Eksekusi (contoh: permohonan eksekusi) |
| Bab 7 | Peninjauan Kembali (contoh: surat permohonan peninjauan kembali) |
| Bab 8 | Lain-Lain (berbagai dokumen pendukung lainnya) |
Buku ini sangat penting bagi praktisi hukum (lawyer, legal officer), mahasiswa fakultas hukum, dan masyarakat umum yang sedang berkepentingan dengan proses pengadilan. Dengan contoh yang jelas dan runut, buku ini memudahkan pembuatan berbagai dokumen hukum yang valid dan sesuai dengan prosedur beracara yang berlaku.
Definisi
- Memori Banding: Dokumen tertulis yang diajukan oleh pihak yang kalah di tingkat pertama (pengadilan negeri) kepada pengadilan tinggi yang berisi alasan-alasan ketidaksetujuan terhadap putusan pengadilan negeri.
- Memori Kasasi: Dokumen tertulis yang diajukan oleh pihak yang merasa putusan banding tidak adil kepada Mahkamah Agung RI, biasanya berdasarkan alasan pelanggaran hukum.
- Peninjauan Kembali: Upaya hukum luar biasa terhadap putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap (inkracht) berdasarkan alasan-alasan tertentu yang ditentukan undang-undang, seperti adanya bukti baru.
Informasi Lebih Lanjut dan Pembelian klik di sini.



