Temukan solusi integratif untuk tantangan perkotaan melalui buku “Menuju Kota Tangguh di Sungai Code, Yogyakarta”. Karya Dyah Rahmawati Hizbaron dan Surani Hasanati ini mengupas tuntas dinamika kawasan bantaran Sungai Code yang strategis di jantung Yogyakarta.
| Detail Buku | Keterangan |
|---|---|
| Penulis | Dyah Rahmawati Hizbaron , Surani Hasanati |
| ISBN | 978-602-386-127-9 |
| Cetakan & Tahun Terbit | Cetakan Pertama, November 2016 |
| Tebal Buku | 170 halaman |
| Ukuran | 15.5 cm x 23 cm |
| Sampul | Soft Cover |
| Penerbit | Gadjah Mada University Press |
Buku ini membahas pendekatan inovatif dengan menggabungkan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) untuk menciptakan perencanaan perkotaan yang berkelanjutan. Kawasan Code merupakan area padat penduduk dengan risiko tinggi terhadap banjir dan aliran lahar dari Gunung Merapi, sekaligus menghadapi tantangan sanitasi dan mitigasi.
Yang membuat buku ini istimewa adalah analisisnya yang tidak hanya melihat aspek fisik dan lingkungan, tetapi juga kekuatan sosial budaya masyarakat setempat. Buku ini mengkaji bagaimana paradigma masyarakat berubah dari mengabaikan sungai (not in my backyard) menjadi merawatnya sebagai bagian dari kehidupan (in my front yard), didukung oleh peran kunci tokoh-tokoh masyarakat.
Diperkaya dengan konsep teoritis dan kajian mendalam, buku ini adalah referensi wajib bagi mahasiswa, akademisi, perencana kota, praktisi penanggulangan bencana, dan setiap pemerhati isu lingkungan serta sosial budaya di Yogyakarta.
Definisi
- Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS): Pendekatan holistik untuk mengelola sumber daya alam di suatu wilayah yang dibatasi oleh punggungan topografis, di mana semua air mengalir ke satu sungai outlet. Tujuannya adalah untuk mencapai kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
- Pengurangan Risiko Bencana (PRB): Konsep dan praktik untuk mengurangi dampak bencana melalui upaya sistematis dalam menganalisis dan mengelola faktor-faktor penyebab bencana, termasuk melalui mitigasi, kesiapsiagaan, dan peningkatan ketahanan masyarakat.
- Not in my backyard: Sikap atau paradigma dimana seseorang atau kelompok menginginkan suatu fasilitas atau lingkungan yang baik, tetapi menolak kehadiran atau tanggung jawab atas hal tersebut di sekitar tempat tinggalnya.
- In my front yard: Paradigma yang berlawanan, yaitu sikap untuk menerima, memiliki rasa tanggung jawab, dan merawat suatu hal (dalam konteks ini sungai) sebagai aset dan bagian yang tak terpisahkan dari lingkungan hidupnya.
Informasi Lebih Lanjut dan Pembelian klik di sini.





