Herbisida sistemik purna tumbuh berbentuk larutan dalam air ini dirancang khusus untuk mengendalikan berbagai jenis gulma pada tanaman perkebunan. Supremo 490SL bekerja efektif membasmi gulma berdaun lebar, gulma berdaun sempit, serta alang-alang pada area tanam seperti karet, kakao, kelapa sawit, kopi, teh, dan jagung.
| Komoditas & Status | Jenis Gulma Target | Dosis (Penyemprotan Volume Tinggi) |
|---|---|---|
| Karet (TBM) | Gulma Daun Lebar: Bandotan, Sending, Kirinyu. Gulma Daun Sempit: Lulangan, Rumput Pahit. | 1,5 – 3 L/Ha |
| Kakao (TBM) | Gulma Daun Lebar: Babadotan, Tahi Ayam, Jotang. Gulma Daun Sempit: Jukut Japang, Paspalum. | 1,5 – 3 L/Ha |
| Kelapa Sawit (TBM) | Gulma Daun Lebar: Tahi Ayam, Jotang. Gulma Daun Sempit: Rumput Pahit, Paspalum. | 1,5 – 3 L/Ha |
| Kelapa Sawit (TBM) | Alang-Alang (Imperata cylindrica) | 3 – 6 L/Ha |
Dengan formulasi yang mudah larut dan diserap langsung oleh gulma, Supremo 490SL memberikan hasil yang maksimal dan tahan lama untuk lahan bebas gulma.
Definisi:
- Herbisida Sistemik: Jenis herbisida yang diserap oleh gulma dan ditranslokasikan ke seluruh jaringan tanaman, mematikan hingga ke akarnya.
- Purna Tumbuh (Post-Emergence): Herbisida yang diaplikasikan setelah gulma sudah tumbuh dan terlihat di lahan.
- TBM: Tanaman Belum Menghasilkan, yaitu fase pertumbuhan tanaman perkebunan sebelum memasuki masa panen.
- L/Ha: Liter per Hektar, satuan yang menunjukkan volume herbisida yang diperlukan untuk diaplikasikan pada luas lahan satu hektar.
- Penyemprotan Volume Tinggi: Metode aplikasi dengan volume larutan semprot yang lebih besar, biasanya menggunakan alat semprot seperti knapsack sprayer.
Informasi Lebih Lanjut dan Pembelian klik di sini.
