| Informasi | Detail |
|---|---|
| Deskripsi | Digunakan sebagai bronkodilator untuk melebarkan saluran napas bawah pada pasien asma. Harus digunakan sesuai petunjuk dokter. |
| Komposisi | Tiap 1 mL mengandung: – Ipratropium Bromida 0.52 mg – Salbutamol 3.01 mg |
| Dosis | Serangan akut: 1-2 vial. Pemeliharaan: 1 vial, 3-4 kali sehari via nebulizer. Hanya digunakan sesuai resep dokter. |
| Indikasi | Mengatasi bronkospasme akibat penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). |
| Perhatian Khusus | Tidak dianjurkan untuk pasien dengan: – Hipertiroidisme – Penyakit kardiovaskular (KV) – Aneurisma – Diabetes Melitus (DM) – Glaukoma sudut sempit. |
| Kemasan | 1 box berisi 20 vial @ 2.5 mL. |
| Nomor Izin Edar (NIE) | DKI1152502775A1 |
| Golongan | Obat Keras (harus dengan resep dokter). |
Definisi
- Bronkodilator: Obat yang melebarkan saluran napas untuk memudahkan pernapasan.
- Bronkospasme: Penyempitan saluran napas akibat kontraksi otot bronkus.
- PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis): Gangguan pernapasan jangka panjang seperti emfisema atau bronkitis kronis.
- Nebulizer: Alat untuk mengubah obat cair menjadi uap untuk dihirup.
Informasi Lebih Lanjut dan Pembelian klik di sini.



