Original, Baru, dan Segel. Edisi terjemahan bahasa Indonesia dari karya revolusioner Richard Dawkins yang telah mengubah cara kita memahami evolusi dan perilaku.
Mengapa banyak hewan menunjukkan sifat seperti kerja sama, pengasuhan, dan pengorbanan diri? Melalui lensa “gen egois”, Dawkins menjawab teka-teki ini dengan elegan. Buku ini memperkenalkan paradigma bahwa gen adalah unit seleksi evolusioner yang fundamental. Gen yang berhasil bertahan adalah gen yang mampu menciptakan tubuh dan perilaku yang memastikan replikasinya, sekalipun itu berarti menciptakan ilusi altruisme.
Tidak berhenti di situ, Dawkins juga memperkenalkan konsep meme—unit budaya yang menyebar seperti virus dari satu pikiran ke pikiran lain, membentuk ide, keyakinan, dan tren budaya kita. Buku ini adalah pondasi untuk memahami ilmu biologi evolusioner modern dan psikologi budaya.
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Judul | The Selfish Gene: Gen Egois |
| Penulis | Richard Dawkins |
| Kondisi | Baru, Original, Segel Publisher |
| Bahasa | Indonesia |
| Halaman | 504 halaman |
Dapatkan segera untuk menjelajahi pemikiran brilian yang membahas siapa kita sebenarnya dan bagaimana gen serta meme mengendalikan dunia.
Definisi
- Gen Egois: Konsep bahwa gen adalah unit fundamental seleksi alam. Gen “egois” bukan berarti gen memiliki motif, tetapi bahwa gen yang bertahan dan bereplikasi adalah gen yang programming-nya berhasil memastikan kelangsungan hidup dan reproduksinya, sering kali dengan memanipulasi perilaku tubuh inangnya untuk keuntungannya sendiri.
- Meme: Istilah yang dicetuskan Dawkins untuk menyebut unit budaya (seperti ide, melodi, gaya mode, keyakinan) yang dapat menular, disalin, dan berevolusi di dalam kolam budaya manusia, mirip dengan cara gen bereplikasi dan berevolusi dalam kolam gen.
Informasi Lebih Lanjut dan Pembelian klik di sini.



