Jelajahi kekayaan herpetofauna Indonesia dengan panduan visual terlengkap. Buku ini adalah alat identifikasi lapangan yang dirancang khusus untuk masyarakat umum, penggemar alam, mahasiswa, dan peneliti pemula. Dengan menggunakan fotografi berkualitas tinggi, setiap spesies ular ditampilkan secara jelas untuk memudahkan proses identifikasi dan membedakan jenis ular yang berbisa dan tidak.
Sistem klasifikasi dalam buku ini menggunakan kode warna intuitif untuk kecepatan dan keakuratan identifikasi:
| Kode Warna | Kategori (Bisa) | Deskripsi |
|---|---|---|
| HIJAU | Aglypha | Ular tidak berbisa, tidak memiliki taring bisa. |
| KUNING | Ophistoglypha | Memiliki taring bisa di belakang; bisa umumnya rendah/ringan. |
| ORANYE | Solenoglypha | Taring bisa panjang dan dapat terlipat; sangat berbisa (contoh: ular tanah). |
| MERAH | Proteroglypha | Taring bisa kecil dan permanen; sangat berbisa (contoh: ular welang). |
Setiap entri spesies dilengkapi dengan data komprehensif meliputi ukuran panjang, habitat, jenis makanan, cara reproduksi, dan peta persebaran di Indonesia. Diterbitkan secara mandiri oleh penulisnya, sehingga stok buku SELALU TERSEDIA dan terjamin keasliannya.
Spesifikasi Buku:
| Detail | Spesifikasi |
|---|---|
| Sampul | Soft Cover |
| Jumlah Halaman | 251 halaman |
| Dimensi | 14,75 cm x 21 cm (ketika tertutup) |
| Berat | 550 gram |
| Finishing | Lem panas dan jahit (binding kuat) |
Dapatkan segera dan jadilah lebih percaya diri dalam mengidentifikasi ular di sekitar Anda!
Definisi
- Aglypha: Istilah herpetologi untuk ular yang tidak memiliki taring bisa yang khusus.
- Ophistoglypha: Ular yang memiliki taring bisa yang berada di bagian belakang rahang atas. Bisanya biasanya efektif untuk melumpuhkan mangsa kecil.
- Solenoglypha: Ular dengan taring bisa panjang di bagian depan rahang yang dapat dilipat ke langit-langit mulut ketika tidak digunakan. Memiliki bisa yang sangat poten (contoh: ular sendok).
- Proteroglypha: Ular dengan taring bisa pendek dan permanen (tidak dapat dilipat) yang terletak di bagian depan rahang. Bisanya neurotoksik dan sangat berbahaya (contoh: ular kobra).
Informasi Lebih Lanjut dan Pembelian klik di sini.









