Jelajahi dinamika wacana radikalisme-fundamentalisme yang berkembang pesat di platform media sosial, khususnya Twitter (X). Buku ini mengungkap bagaimana konten buatan pengguna (UGC) yang tidak terkurasilah yang membanjiri internet dengan informasi berkualitas rendah, mulai dari post-truth hingga propaganda yang berbahaya.
| Detail Buku | Keterangan |
|---|---|
| Penulis | Mohammad Nuruzzaman |
| Penyunting | Muhammad Alvin Nur Choironi & Dedik Priyanto |
| Tata Letak | Tim Kreatif Islami |
| Cetakan | I, Agustus 2023 |
| Penerbit | Islami Digital Indonesia |
| Tebal Buku | 270 halaman |
| Harga | Rp 85.000,00 |
Temukan analisis mendalam yang membongkar korelasi antara wacana radikalisme dengan kontestan pemilu serta kritik terhadap rasionalitas instrumental berdasarkan pemikiran Habermas. Buku ini tidak hanya memaparkan masalah, tetapi juga menawarkan solusi melalui gagasan rasionalitas komunikatif untuk mendorong diskursus yang lebih sehat di ruang digital.
Definisi
- User Generated Content (UGC): Konten (teks, video, gambar, dll.) yang dibuat dan dibagikan secara publik oleh pengguna platform daring, bukan oleh pemilik platform itu sendiri.
- Post-Truth: Kondisi dimana fakta objektif kurang berpengaruh dalam membentuk opini publik dibandingkan emosi dan keyakinan personal.
- Rasionalitas Instrumental: Pemikiran yang menekankan pada efisiensi dan pencapaian tujuan tertentu dengan cara yang paling efektif, seringkali mengabaikan nilai-nilai moral atau etika.
- Rasionalitas Komunikatif: Sebuah konsep dari Jürgen Habermas yang menekankan pada pencapaian kesepakatan melalui dialog yang argumentatif, kooperatif, dan bebas dari tekanan, dimana yang terbaik bagi semua pihaklah yang menang.
Informasi Lebih Lanjut dan Pembelian klik di sini.



